Metode Pelaksanaan Bangunan Gedung

PENDAHULUAN
Kegiatan Pemingkatan Jalan Arca, merupakan paket pekerjaan pembangunan beberapa gedung yang terintegrasi.
Koordinasi, pelaksanaan dan metode yang tepat dalam pelaksanaan kegiatan ini sangat diperlukan supaya poyek ini dapat berjalan tepat waktu dan memenuhi kualitas yang diharapkan mengingat kegiatan ini akan dipergunakan untuk Pembangunan
Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan ini adalah 120 hari kalender.

PERENCANAAN LAPANGAN (SITE PLANNING)
Perencanaan lapangan kerja (site planning) dibuat untuk mengatur penempatan peralatan, stok material dan sarana penunjang lainnya yang akan digunakan dalam pelaksanaan pembangunan proyek, misalnya : direksi keet, gudang stok material dan lain- lain.
Dalam menempatkan barang dan material kebutuhan pelaksanaan, baik digudang maupun di halaman terbuka akan diatur
sedemikian rupa sehingga :
•Tidak mengganggu kelancaran dan keamanan lingkungan.
•Memudahkan pemeriksaan dan penelitian bahan-bahan oleh konsultan pengawas.
•Tidak menyumbat saluran air.
•Keamanan terjamin.
•Memudahkan pelaksanaan
•Tidak menimbulkan masalah kesehatan dan keselamatan kerja.
•Terjamin kebersihannya.
•Untuk penerangan lokasi kerja akan digunakan daya listrik genset. Lalu lintas keluar masuk kendaraan proyek atau jalan kerja akan diproteksi / dibatasi dengan menggunakan pagar seng sehingga tertutup kemungkinan terhadap keamanan, ketertiban maupun gangguan di sekitar area proyek.
Barang-barang dan material yang tidak akan digunakan untuk kebutuhan langsung pada pekerjaan sesegera mungkin akan dikeluarkan dari site.

MANAJEMEN SITE
Pengelolaan pelaksanaan pekerjaan di proyek ini ditangani oleh tenaga-tenaga terampil PT. SAHABAT PUTRA JAVA yang sudah berpengalaman dalam penanganan proyek, sehingga keberhasilan pelaksanaan pekerjaan akan benar-benar terjamin, sesuai dengan apa yang diharapkan oleh semua pihak. Disamping itu, tenaga-tenaga kerja yang akan diikutsertakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini merupakan tenaga-tenaga yang telah dibina kemampuan dan produktifitasnya dalam pelaksanaan proyek-proyek serupa, yang sebelum ini telah ditangani oleh PT. SAHABAT PUTRA JAVA .

Struktur Organisasi
Pelaksanaan proyek dikelola oleh suatu tim manajemen yang dipimpin Kepala Proyek, dibantu oleh beberapa tenaga staf dan
tenaga Pelaksana Lapangan yang sesuai dengan bidang pekerjaannya beserta pembantu-pembantunya.

Koordinasi
Kepala proyek memimpin semua kegiatan proyek, baik di bidang administrasi, teknik dan lain-lain.Untuk masalah teknik engineering dan quality control, Kepala Proyek dibantu oleh bagian teknik beserta stafnya. Urusan keuangan, administrasi umum dan personalia, dibantu oleh Bagian Personalia dan Keuangan beserta stafnya. Urusan logistik dan peralatan, dibantu oleh Bagian Logistik dan Peralatan.

Secara organisasi perusahaan, Kepala Proyek bertanggung jawab langsung kepada Direktur yang bertindak sebagai pengelola operasional Perusahaan. Dengan sistim organisasi seperti tersebut, maka pelaksanaan proyek akan berjalan dengan lancar, dan penyelesaian pekerjaan akan dapat tercapai dalam waktu yang ditentukan dan dengan mutu yang diharapkan. Hal tersebut benar-benar menjadi perhatian dan komitmen PT. SAHABAT PUTRA JAVA sebagai Pelaksana.

METODE PENCAPAIAN SASARAN
Untuk menjamin sistem manajemen dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) para pekerja dapat berlangsung dengan baik, PT. SAHABAT PUTRA JAVA telah mengeluarkan Kebijakan Mutu, yang terjamin dan berkualitas. Sistim manajemen tersebut, dalam pelaksanaannya ditunjang dengan sarana-sarana lain, berupa perangkat lunak (software) sebagai sarana pengendali, dan perangkat keras (hardware) yang berupa peralatan-peralatan sebagai sarana penunjang pelaksanaan pekerjaan.

Sistem Pengendalian Proyek
Sarana pengendalian merupakan sesuatu yang sangat diperlukan untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan pekerjaan. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai, segala sesuatu yang ada hubungannya dengan pengendalian dipersiapkan dan dituangkan dalam bentuk daftar-daftar isian ( formulir-formulir ) pengendalian, yang mengacu pada jadwal pelaksanaan pekerjaan yang berupa barchart.

Program utama yang telah dituangkan di dalam barchart tersebut, di lapangan dijabarkan lagi secara lebih terinci. Dibuat program mingguan, yang realisasinya dipantau dengan daftar-daftar isian ( formulir-formulir ) laporan kegiatan pekerjaan.
Untuk memandu pelaksanaan pekerjaan di lapangan, dibuat metoda kerja yang rinciannya dilengkapi dengan gambar-gambar
pelaksanaan (shop drawing) yang mudah dibaca dan dimengerti oleh setiap petugas yang terlibat didalam pelaksanaan pekerjaan. Dengan sarana-sarana tersebut, maka sasaran kerja akan dicapai seperti yang diharapkan.

Pemilihan Alat
Pemilihan peralatan yang tepat baik dari segi jenis, jumlah maupun kapasitasnya serta sesuai dengan kondisi lapangan akan
menjamin tercapainya sasaran pelaksanaan pekerjaan yakni tepat biaya, tepat mutu dan tepat waktu.
Bahan
Kebutuhan pokok bahan bangunan proyek ini adalah, beton dan besi tulangan disamping material penunjang seperti : semen, pasir, dll.

Tenaga kerja
Tenaga kerja yang digunakan dalam penanganan proyek ini terdiri atas;
• Tenaga pimpinan dan staf manajemen proyek.
• Tenaga operasional lapangan terdiri dari pelaksana, pengawas, mekanik dan operator.
• Pekerja (labour).
Tenaga inti yang digunakan, merupakan tenaga pilihan yang sering menangani proyek-proyek dan pekerjaan-pekerjaan yang sejenis.

Pengamanan (security)
Untuk pengawasan dan pengamanan proyek, PT. SAHABAT PUTRA JAVA akan menyediakan tenaga keamanan sesuai
dengan kebutuhan, yang bertugas dalam hal:
• Pengawasan terhadap para pekerja
• Pengawasan terhadap bahan-bahan dan peralatan untuk mencegah pencurian.
• Mencegah dan menghindari terjadinya kebakaran di proyek, dengan melarang para pekerja membuat api untuk keperluan
apapun, dan menyediakan tabung pemadam kebakaran yang mudah dicapai, baik ditempat pekerjaan maupun dikantor lapangan
• Melakukan pengawasan terhadap pemakaian alat-alat keselamatan kerja, seperti topi pengaman, sabuk pengaman,
sepatu, sarung tangan dan sebagainya.
• Melakukan pengawasan dan menyiapkan pagar-pagar pengaman di tempat-tempat yang berbahaya maupun yang
sifatnya mengganggu terhadap protokoler.
• Mengawasi pemakaian peralatan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
• Menjaga keamanan para petugas proyek terhadap gangguan/ ancaman dari pihak luar, serta mencegah kemungkinan
terjadinya perkelahian di dalam lingkungan proyek.
• Menjaga kelancaran lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan akibat pembangunan ini.

Untuk menjaga keselamatan kerja seluruh staf dan pekerja yang terlibat dalam kegiatan proyek, akan dibentuk unit K-3 yang akan membuat program seperti tersebut di atas dan akan diawasi oleh tenaga inspektor K3 disamping tenaga satpam. Dalam menanggulangi hal-hal yang mungkin akan terjadi, maka unit K-3 akan bekerja sama dengan Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit, maupun instansi-instansi lain yang terkait.

Sebagai sarana komuniksi di proyek, digunakan handy talky ( HT ) atau walky talky, baik oleh para petugas keamanan, para pelaksana ( supervisor ) dan petugas-petugas lain yang memerlukan.
Pengendalian Mutu ( Quality Control )
Untuk menjamin agar diperoleh hasil kerja yang baik sesuai dengan mutu yang disyaratkan, perlu dilakukan pengendalian mutu (quality control ) dengan cara melakukan pemeriksaan secara teratur, baik terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan, maupun terhadap cara pelaksanaan pekerjaan sendiri.

Alat-alat ukur secara berkala dikalibrasi agar selalu dapat berfungsi dengan akurat. Peralatan yang lain setiap selesai digunakan dibersihkan dan bagian- bagian yang perlu secara berkala dilumasi. Setiap bagian diperiksa barangkali ada suku cadang yang perlu atau sudah waktunya diganti agar peralatan tersebut dapat beroperasi dengan baik selama digunakan dan tidak
mengalami kerusakan secara tiba-tiba ditengah-tengah pelaksanaan pekerjaan. Meskipun untuk hal-hal tersebut di atas sudah ada penanggung jawabnya langsung, kiranya perlu ditunjuk petugas khusus quality control yang dikoordinasi oleh bagian teknik
 

METODE MOBILISASI DEMOBILISASI MATERIAL & ALAT
Traffic Management
Mengingat menuju ke lokasi proyek merupakan daerah dengan akses kendaraan yang cukup padat, maka harus diperhatikan pengaturan lalu lintas keluar masuk material agar tidak menimbulkan kemacetan.

Penyimpanan Material/Bahan
Untuk penyimpanan material dan bahan diusahakan di tempat yang kering dan terjaga kelembabannya, jauhkan material dari
cuaca (hujan/panas berlebih, dll). Buatkan gudang khusus material dan usahakan ada jarak antara lantai dan alas untuk penyimpanan material, dimaksudkan untuk menghindari kelembaban yang berlebihan yang akan merusak material tersebut, sebagai contoh semen.
Material atau bahan harus berada pada pengawasan khusus, sehingga keluar masuk material tetap terkontrol dan terjaga kondisinya. Perlu dijaga agar tidak terjadi pencurian, dan ini menjadi tanggungjawab keamanan proyek.


KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek ini juga merupakan hal utama yang harus dilaksanakan. Setiap lokasi yang mengundang bahaya akan diproteksi dan diberi rambu-rambu peringatan.
Kebersihan dan keamanan proyek juga menjadi perhatian utama kami dalam melaksanakan proyek ini. Pemakaian helm pengaman menjadi standar bagi pekerja-pekerja. Demikian juga dengan sepatu proyek dan identitas para pekerja yang keluar masuk proyek akan dimonitor, sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan baik dan aman. Mengingat lokasi kerja adalah sekolah yang berada dekat dengan pemukiman, maka pengaruh suara maupun getaran akan diminimalisir. Akan dibuat pagar pengaman berupa pagar keliling proyek agar aktivitas luar dan aktivitas proyek dapat dikurangi tidak saling
bersinggungan yang akhirnya dapat saling mengganggu. Lalu lintas pada proyek ini juga akan diatur dalam site plan supaya tidak membuat kemacetan maupun kecelakaan yang membahayakan.

                                          METODE PELAKSANAAN

METODE UMUM PERSIAPAN PEKERJAAN

Metode pelaksanaan ini merupakan salah satu syarat kelengkapan yang ada dalam dokumen pelelangan ini. Adapun uraian yang tercakup dalam metode pelaksanaan pekerjaan seperti tersebut diatas adalah uraian dari tata cara pelaksanaan pekerjaan secara menyeluruh baik itu dari permulaan pekerjaan sampai dengan penyelesaian pekerjaan.

PERALATAN KERJA DAN MOBILISASI
1. Kami akan mempersiapkan dan mengadakan peralatan-peralatan kerja dan peralatan bantu yang akan digunakan di lokasi proyek sesuai dengan lingkup pekerjaan serta memperhitungkan segala biaya pengangkutan.
2. Kami akan menjaga ketertiban dan kelancaran selama perjalanan alat-alat berat yang menggunakan jalanan umum agar tidak mengganggu lalulintas.
3. Pengawas atau pemberi tugas berhak memerintahkan untuk menambah peralatan atau menolak peralatan yang tidak sesuai atau tidak memenuhi persyaratan.
4. Bila pekerjaan telah selesai, kami akan segera menyingkirkan alat-alat tersebut, memperbaiki kerusakan yang diakibatkannya dan membersihkan bekasbekasnya.
5. Disamping kami akanmenyediakan alat-alat yang diperlukan seperti dimaksudkan di atas kami akan menyediakan alat-alat bantu sehingga dapat bekerja pada kondisi apapun, seperti : tenda- tenda untuk bekerja pada waktu hari hujan, perancah (scafolding) pada sisi luar bangunan atau tempat lain yang memerlukan, serta peralatan lainnya.

PEMBUATAN LOS KERJA DAN BANGUNAN ISTIRAHAT
1. Kami akan membuat los kerja dan bangunan tempat untuk istirahat dan tempat shalat bagi pekerja
2. Los kerja merupakan bangunan dengan luas yang cukup untuk tempat bekerja bagi tukang/pekerja pemborong dan mempunyai kondisi yang cukup baik, terlindung dari pengaruh cuaca yang dapat menghambat kelancaran pekerjaan.
3. Bangunan ini harus dibongkar setelah pekerjaan selesai dilaksanakan.

KANTOR DAN GUDANG PROYEK
1. kami akan membuat kantor di lokasi proyek untuk tempat bagi wakil pemborong bekerja, dilengkapi dengan peralatan kantor yang dibutuhkan.
2. Kami juga akan menyediakan gudang dengan luas yang cukup untuk menyimpan bahan-bahan bangunan dan peralatan-peralatan agar terhindar dari gangguan cuaca dan pencurian.
3. Penempatan kantor dan gedung harus diatur sedemikian rupa, agar mudah dijangkau dan tidak menghalangi pelaksanaan pekerjaan.

PEMADAM KEBAKARAN
1. Selama pelaksanaan pekerjaan, kami akan menyediakan alat pemadam kebakaran berupa tabung pemadam kebakaran yang dapat digunakan untuk memadamkan api akibat listrik, minyak dan gas dengan kapasitas 7 kg.
2. Unit tabung pemadam kebakaran harus ditempatkan pada setiap lantai bangunan dengan radius kurang lebih 50 meter, di dalam direksi keet dan tempat-tempat lain yang memerlukan.

JALAN MASUK, JALAN SEMENTARA
1. Apabila dianggap perlu, sesuai dengan kondisi dan situasi lokasi, kami akan menyediakan pembuatan jalan masuk sementara dan/atau jembatan kerja sementara yang disetujui oleh pengawas.
2. Pembuatan jalan masuk atau jembatan sementara harus mengikuti peraturan dan semua perijinan dengan biaya kami.
3. Kami akan menghindari kerusakan pada fasilitas jalan masuk yang ada dengan mengatur trayek kenderaan yang digunakan serta membatasi/membagi beban muatan.
4. Kerusakan pada jalan atau benda-benda lain yang diakibatkan oleh pekerjaan kami, mobilisasi peralatan serta pemasukan bahan akan menjadi tanggung jawab kami dan akan kami segera perbaiki.

KEAMANAN PROYEK

1. Kami akan menjamin keamanan proyek baik untuk barang-barang milik perusahaan, pengawas atau pengelola proyek, serta menjaga keutuhan bangunan-bangunan yang ada dari gangguan para pekerja ataupun kerusakan akibat pelaksanaan pekerjaan.
2. Kami akan menempatkan petugas-petugas keamanan selama 24 jam penuh setiap hari, yang dibagi dalam 3 (tiga) shift, dan harus selalu mengadakan pemeriksaan pengamanan setiap hari setelah selesai pekerjaan.
Untuk menguasai dan menjaga ketertiban bekerja para pekerjanya, setiap pekerja kami diharuskan mengenakan tanda pengenal khusus yang harus dipakai pada bagian badan yang mudah
3. terlihat oleh petugas keamanan.
4. Pekerja kami tidak diijinkan menginap di lokasi kecuali petugas keamanan yang sedang bertugas pada malam hari.

SARANA AIR KERJA DAN PENERANGAN
1. Untuk kepentingan pelaksanaan pekerjaan selama proyek berlangsung, Kami menyediaan air bersih guna keperluan air kerja, air minum untuk pekerja dan air kamar mandi.
2. Air yang dimaksud adalah bersih, baik yang berasal dari PAM atau sumber air, serta pengadaan dan pemasangan pipa distribusi air tersebut bagi keperluan pelaksanaan pekerjaan dan untuk keperluan direksi keet, kantor pemborong, kamar mandi/WC atau tempat-tempat lain yang dianggap perlu.Air harus memenuhi syarat yang tercantum dalam PBI NI-2.
3. Kami akan menyediakan sumber tenaga listrik untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan, kebutuhan direksi keet dan penerangan proyek pada malam hari sebagai keamanan selama proyek berlangsung selama 24 jam penuh dalam sehari.
4. Pengadaan penerangan dapat diperoleh dari sambungan PLN atau dengan pengadaan Generator Set, dan semua perijinan untuk pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab kami. Pengadaan fasilitas penerangan tersebut termasuk pengadaan dan pemasangan instalasi dan armatur, stop kontak serta saklar/panel.

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
1. Kami akan menjamin keselamatan kerja sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dalam peraturan perburuhan atau persyaratan yang diwajibkan untuk setiap bidang pekerjaan.
2. Di dalam lokasi kami akan menyediakan kotak obat lengkap untuk pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK).
3. Pekerjaan di ketinggian 1, 5 meter lebih dari permukaan tanah kami akan menyediakan scafolding dari pipa besi dan platform/tempat pijakan dari besi/papan diatas scafolding
4. Pekerjaan di ketinggian 3 meter lebih dari permukaan tanah misalnya pemasangan kuda-kuda atap dan atap kami akan menyediakan scafolding dari pipa besi dan platform/tempat pijakan dari besi/papan diatas scafolding serta pekerja harus memakai helm dan mengikatkan pinggangnya dengan tali pada mengikatkan pinggangnya dengan tali yang bisa menahan tubuhnya jika terjadi kecelakaan kerja.
5. Seluruh tangga yang dipakai untuk memanjat ketinggian oleh pekerjan harus terbuat dari bahan yang kuat berupa tangga besi ataupun tangga kayu yang benar-benar kuat kayunya dan pemasangan paku-pakunya

IZIN - IZIN
1. Kami akan mengurus dan memperhitungkan biaya untuk membuat izin-izin yang diperlukan dan berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan, antara lain: izin penerangan, izin pengambilan material, izin pembuangan, izin pengurugan, izin trayek dan pemakaian jalan, izin penggunaan bangunan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta izin-izin lain yang diperlukan sesuai dengan ketentuan / peraturan daerah
2. Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang diakibatkan oleh hal tersebut atas menjadi tanggung jawab kami.

PENGAWASAN
1. Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan diawasi oleh Konsultan Pengawas.
2. Kontraktor wajib menyediakan buku harian di lapangan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas.
Kontraktor wajib membuat laporan harian yang menyebutkan pekerjaan yang dilaksanakan setiap hari, bahan-bahan dan alat-alat yang didatangkan, besarnya prestasi pekerjaan yang telah
3. diselesaikan, jumlah pekerjaan, keadaan cuaca dan lain-lain.
4. Perintah dan penugasan dari Konsultan Pengawas ditulis di dalam buku harian/surat dan dibubuhi tanda tangan dan nama jelas petugas Konsultan Pengawas.

Ok demikian pembahasan Metode Pelaksanaan Bangunan Gedung Tahap pertama, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.
Previous
Next Post »